Penghargaan Mahasiswa Penulis
"Menulis itu berbicara"
Panggil saja Femi. Maaf, nama yang terpampang di atas adalah nama temanku yang juga mendapatkan penghargaan ini. Setahun yang
lalu, tidak menyangka bahwa saya bisa berdiri di panggung ini untuk menerima
penghargaan dari kampus. iya,saat acara wisuda kakak tingkat tahun 2019.
Penghargaan untuk mahasiswa yang memiliki prestasi non-akademik.
Alhamdulillah,ada
beberapa mahasiswa yang menerima penghargaan ini, termasuk saya. Ini merupakan
bonus dari hasil menulis. Tahun 2019, saya berhasil menulis dua buku antologi. Dua
buku tersebut berjudul “SANG JUARA dan RHOMA”.
Siapa sih yang
tidak senang menerbitkan buku dan mendapatkan penghargaan? Saya yakin, kalian
semua pasti senang, bukan? Saya hampir tidak yakin bisa mendapatkan penghargaan
ini. Awalnya, kabar mendapatkan penghargaan ini seperti mimpi. Bisa menerbitkan
buku saja cukup alhamdulilah. Jadi, penghargaan ini sebenarnya hanyalah bonus.
Menulis itu
berbicara. Saya sering menggunakan kalimat itu untuk semangat menulis. Orang tua khususnya Ibu sangat mendukung saya dalam dunia kepenulisan." Tulislah sejarah hidupmu untuk menjadikan kenang-kenangan saat kamu tua kelak. Ketika sukses, jangan pernah melupakan orang-orang yang sudah membantumu" ujar Ibu pada saya.
Memiliki impian, hobi atau hal yang disuka. Lalu, orangtua juga ikut mendukung. Kira-kira kalian ingin tidak diposisi saya? Oh, ya. Sebelumnya saya akan menceritakan bagaimana saya bisa menerbitkan dua buku antologi ini.
Pertama, sekitar semester 6A,saya mencoba menghubungi seorang motivator muda yang biasa disapa dengan Kak Ilham Sang Juara. Mental juaranya telah membuat saya terenyuh dan menghubungi beliau untuk bergabung dalam komunitas besar dengan nama Komunitas Sang Juara (KSJ). Saya memberanikan diri untuk menghubungi beliau. Setelah beberapa tahap, tergabunglah saya di komunitas tersebut. Pada pra-milad KSJ pertama, tentu harus memiliki gebrakan baru.Nah, kebetulan KSJ memiliki project menerbitkan buku antologi. Saya bertekat ikut dan alhamdulillah, dari kenekatan itulah KSJ berhasil menerbitkan buku antologi yang di dalamnya juga memuat tulisan saya dengan judul "Hidupkan Pemuda yang Mati".Wah, gimana itu? Cek aja di buku Sang Juara, hehe
Kedua, proses di Buku Rhoma. Buku tersebut saya hasilkan dari Sekolah Menulis Online ke-6 Mitra karya. Sekolahnya mirip sekali dengan sekolah offline. Ada keaktifan masuk, bertanya dan masih banyak lain.
intinya,tahun 2019, alhamdulillah saya berhasil menerbitkan Buku. Terimakaih juga untuk orangtua, sahabat dan yang terlibat dalam proses saya. Serta pihak kampus yang memberikan penghargaan pertama untuk saya. Semoga lebih semangat menulis dan melebarkan sayap literasi,hehe
Untuk semua penulis, calon penulis atau penulis pemula seperti saya. Semangat menulis ya..
Basra, 28 Februari 2020
