PENTINGNYA STRATEGI MERDEKA BELAJAR
Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan
pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Pembelajaran akan lebih maksimal agar
peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat
kompetensinya. Dalam hal ini, telah terlaksana kegiatan dengan tema “Strategi pembelajaran dalam
kurikulum merdeka musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) PAI
dan BAHASA ARAB:.
Kegiatan ini dilaksankan di
Aula Kemenag Bojonegoro, pukul 08.00 s/d 15.00 yang diikuti kurang lebih 150
peserta yang terdiri dari pendidik mata pelajaran PAI (Fiqih, SKI, Akidah
Akhlaq dan Qurdist) dan Bahasa Arab MTs Se-kabupaten Bojonegoro. Pada pembukaan
acara ini, sambutan yang cukup menggelitik disampaikan oleh Kepala kemenag
Bojonegoro, Bapak H. Munir S.Ag, M,Ag.
Menurut Bapak Munir,
sepatutnya seorang guru harus mampu meng-upgrade dan update kualitas yang ada
pada dirinya. jangan sampai kalah dengan peserta didik. Dalam hal ini, keduanya
harus berperan aktif dalam meng-upgrade ilmu pengetahuan yang dimiliki. Mengapa
demikian? Tidak dipungkiri bahwa berkembangnya teknologi akan mempermudah
manusia dalam mendapatkan sumber informasi lebih luas. Baik melalui laptop, TV
maupun android serta sumber lainnya.
Guru Agama memiliki
prioritas pada SDM-nya, terlebih pada integritas. Apa itu inyegritas? Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam
tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip,
ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas
berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.
Integritas mencakup 3 hal, yakni; 1)
keselarasan, apa yang disampaikan harus sama dengan apa yang dilakukan. 2)
konsistensi (Istiqomah), semangatnya harus terjaga. Jangan sampai moodnya buruk
Ketika mengajar. Disiplin diri, sebab itu juga menjadi salah satu kunci
keberhasilan. 3) Keberanian, dalam hal ini keberanian yang dimaksud adalah
berani mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan. Jika yang
dikaitkan dengan pendidik, maka bukan hanya sekedar menyampaikan materi. Namun,
peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan apa yang diajarkan.
Jangan hanya pintar tapi cerdas, orang pintar banyak tapi sedikit orang yang cerdas. Cerdas yang dimaksud adalah pendidik itu harus bisa inovatif dan kreatif. Salah satu pesan K.H. Zawawi Imran dalam Bahasa maduranya kurang lebih berisi tentang “kerjakan apa yang mejadi pekerjaanmu, jalani yang apa yang menjadi jalanmu. Jangan mengambil hak yang bukan menjadi hakmu” mohon maaf kiranya apa yang dinukil dari sumber masih kurang sesuai. Hal ini tentu menjadi cambuk untuk kita semua sebagai pendidik. Apa yang kita pilih menjadi jalan kita. Setiap jalan pasti ada resiko.
Kedua, materi inti disampaikan oleh Bapak A. Musholin dari DKP Surabaya yang berkaitan dengan strategi kurikulum merdeka. Pada materi tersebut diisi ice breaking yang cukup membuat seluruh peserta antusias. Terimakasih kepada seluruh panitia, pemateri dan seluruh pihak sampai pada akhirnya rangkaian acara MGMP terlaksana dengan baik. Salam Literasi!
Bojonegoro, 29 September 2022



