Sabtu, 18 November 2023

 KERANG TUMIS SAOS TIRAM

by: Siti Femi Listiana

Kerang tumis saos tiram


    Makan kerang di pinggir taman

    jangan makan dengan kulitnya

    Apa kabar teman-teman

    Semoga baik semuanya

    Tidak terasa ya sudah lama aku mengunci diri. Dari status baruku, bisa dibilang tidak pernah menulis lagi. Nah, kali ini aku akan mencoba menulis resep masakanku pagi ini. teman-teman mau coba? Yuk baca sampai habis ya

    Jangan lupa siapkan bahan-bahannya dulu ya, yaitu kerang, tempe, bawang merah, bawang putih, cabai, daun bawang , saos tiram, lengkuas. setelah bahan sudah siap, langsung saja kita eksekusi cara membuatnya. 

Pertama: Rebus kerang terlebih dahulu sampai kulit kerang terbuka, lalu ambil daging kerang dan cuci hingga bersih. Kedua:Siapkan bawang merah, bawah putih, lengkuas dan cabai lalu potong kecil-kecil. Jangan lupa siapkan media penggorengan. Ketiga: Masukkan beberapa bahan yang disiapkan ke dalam wajan yang berisi minyak goreng secukupnya, kemudian aduk rata, pastikan kerang benar-benar matang.

     setelah semuanya selesai, makanan siap disajikan. Dalam penyajiannya, kamu bebas memberi hiasan sesuai selera ya. Selamat menikmati hidangannya, jangan lupa  berdo'a

Maibit, 19 November 2023

Rabu, 28 September 2022

WORKSHOP KURIKULUM MERDEKA MGMP PAI DAN BAHASA ARAB

 

PENTINGNYA STRATEGI MERDEKA BELAJAR

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. Dalam hal ini, telah terlaksana kegiatan dengan tema “Strategi pembelajaran dalam kurikulum merdeka musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) PAI dan  BAHASA ARAB:.

Kegiatan ini dilaksankan di Aula Kemenag Bojonegoro, pukul 08.00 s/d 15.00 yang diikuti kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari pendidik mata pelajaran PAI (Fiqih, SKI, Akidah Akhlaq dan Qurdist) dan Bahasa Arab MTs Se-kabupaten Bojonegoro. Pada pembukaan acara ini, sambutan yang cukup menggelitik disampaikan oleh Kepala kemenag Bojonegoro, Bapak H. Munir S.Ag, M,Ag.

Menurut Bapak Munir, sepatutnya seorang guru harus mampu meng-upgrade dan update kualitas yang ada pada dirinya. jangan sampai kalah dengan peserta didik. Dalam hal ini, keduanya harus berperan aktif dalam meng-upgrade ilmu pengetahuan yang dimiliki. Mengapa demikian? Tidak dipungkiri bahwa berkembangnya teknologi akan mempermudah manusia dalam mendapatkan sumber informasi lebih luas. Baik melalui laptop, TV maupun android serta sumber lainnya.

Guru Agama memiliki prioritas pada SDM-nya, terlebih pada integritas. Apa itu inyegritas? Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Integritas mencakup 3 hal, yakni; 1) keselarasan, apa yang disampaikan harus sama dengan apa yang dilakukan. 2) konsistensi (Istiqomah), semangatnya harus terjaga. Jangan sampai moodnya buruk Ketika mengajar. Disiplin diri, sebab itu juga menjadi salah satu kunci keberhasilan. 3) Keberanian, dalam hal ini keberanian yang dimaksud adalah berani mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan.  Jika yang dikaitkan dengan pendidik, maka bukan hanya sekedar menyampaikan materi. Namun, peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan apa yang diajarkan.

Jangan hanya pintar tapi cerdas, orang pintar banyak tapi sedikit orang yang cerdas. Cerdas yang dimaksud adalah pendidik itu harus bisa inovatif dan kreatif. Salah satu pesan K.H. Zawawi Imran dalam Bahasa maduranya kurang lebih berisi tentang “kerjakan apa yang mejadi pekerjaanmu, jalani yang apa yang menjadi jalanmu. Jangan mengambil hak yang bukan menjadi hakmu” mohon maaf kiranya apa yang dinukil dari sumber masih kurang sesuai. Hal ini tentu menjadi cambuk untuk kita semua sebagai pendidik. Apa yang kita pilih menjadi jalan kita. Setiap jalan pasti ada resiko.

 


Kedua, materi inti disampaikan oleh Bapak A. Musholin dari DKP Surabaya yang berkaitan dengan strategi kurikulum merdeka. Pada materi tersebut diisi ice breaking yang cukup membuat seluruh peserta antusias. Terimakasih kepada seluruh panitia, pemateri dan seluruh pihak sampai pada akhirnya rangkaian acara MGMP terlaksana dengan baik. Salam Literasi!

Bojonegoro, 29 September 2022


Rabu, 07 September 2022

SOSIALISASI DINAS SOSIAL

 



HAPUS KEKERASAN MELALUI SOSIALIASI EDUKATIF

Dinas Sosial merupakan instansi pemerintah yang memiliki peran dalam meningkatkan kualitas kesejahteraan sosial perorangan, kelompok dan masyarakat. Dalam hal ini, Dinas social bojonegoro telah bekerjasama dengan Pondok pesantren Al-Mubarok Bojonegoro dengan tema ‘ Sosialisasi Korban Tindak Kekerasan (KTK) Pelecehan Seksual dan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) oleh Dinas Sosial kabupaten Bojonegoro.’

Sasaran utama sosialisasi kejahatan kali ini adalah pelajar/ santriwati. Sebab, pelajar memiliki tingkat kerawanan akibat diri mereka yang masih labil. Ada 51 peserta yang hadir mengikuti acara ini dengan penuh antusias.

Menurut salah satu narasumber, Bapak Dasmono (Polres) mengatakan bahwa sering terjadi Tindakan kekerasan yang berasal dari social media. Khususnya Facebook. Dengan demikian dihimbau kepada seluruhnya untuk pandai-pandai menggunakan media social apapun. Baik WhatsApp, Facebook, Instagram dan lain-lain.

Kejahatan sendiri ada kejahatan fisik, psikis dan seksual. Untuk mencegah kejahatan tersebut selain pengetahuan terkait hal-hal di atas beserta dampaknya, peningkatan spiritual harus juga ditingkatkan guna mencegah Hasrat untuk melakukan kejahatan

 

BOJONEGORO, 08 September 2022

 

SEMARAK KEMERDEKAAN

 



SEHAT FISIK DAN PIKIRAN

Agustus ini, karang taruna telah melakukan upgrading (re-organisasi) pengurus. Undangan yang dihadiri oleh seluruh pemuda-pemudi kenongosari dan pemerintah desa(Sabtu/06/8/22). Hasil re-organisasi tersebut diambil dari musyawarah Bersama melalui votting. Diantara hasilnya sebagai berikut: Siti Femi Listiana (Ketua), Rudi Sulistyanto (Wakil) dan beberapa personal yang dijadikan koordinator dari masing-masing bidang.

Sebagai awal program Karang Taruna Cinde Sakti, telah menggelar  rangkaian kegiatan diantaranya jalan sehat. Untuk memeriahkan agenda tersebut, maka panitia telah menyediakan hadiah utama dan ratusan hadiah hiburan. Tidak kalah menariknya, lapangan desa kenongosari telah digoncangkan oleh warga jalan sehat Bersama lima artis ternama. Diantaranya:Ria Risma, Ellen Chandika, Niken, Ita AB, Eka Shifana.

Jalan Sehat dalam rangka peringatan HUT RI ke-77 telah dibuka langsung oleh kepala desa kenongosari, Bapak Suamnoto. Kurang lebih pukul 07.00 seluruh peserta jalan sehat diberangkatkan secara bergantian dan kondusif.

Dalam sambutan kepala desa (Bapak Suamnoto) menyampaikan kurang lebih seperti ini “ Agustusan bukan hanya sekedar jalan sehat dan bersenang-senang saja. Karena banyak hal yang perlu direnungi. Saya apresiasi betul kegiatan karang taruna dalam memeriahkan HUT RI ke 77 ini. Saya hara pada kegiatan selanjutnya yang lebih bermanfaat untuk sekitar. (Ahad/4/8/22)

Ya, karang taruna dituntut untuk tidak sekedar menjadi ajang panitia agustusan. Bukan sekedar wadah musiman. Karang Taruna harus mampu menempatkan posisinya sebaik mungkin, khususnya dalam memberikan kontribusi warga di bidang edukatif. Baik untuk anak-anak maupun dewasa. Selain di bidang Pendidikan, Karang Taruna harus mampu bersinergi dengan pemerintah desa di bidang-bidang lainnya.

 

Bojonegoro, 08 September 2022


Senin, 11 April 2022


 NGABUBURIT SAMA BAPAK ANSOR

Bulan puasa merupakan bulan yang paling ditunggu banyak orang, khususnya umat muslim. Pada bulan ini biasa disebut bulan seribu bulan, sebab segala amal yang kita dikerjakan bernilai pahala yang dilipatkan. Sehingga kita akan lebih semangat untuk mengejar hal tersebut dan berlomba-lomba dalam mengerjakan amal kebaikan (fastabiqul khairat).

Pada usia ke 25 (jalan) di tahun ini, saya dipertemukan dengan senior saya bernama Mas Afifudin, Bojonegoro. Beliau merupakan senior saya di organisasi PMII. Kebetulan juga aktif Ansor di desanya. Nah, kebetulan  pada tanggal 7 April 2022 beliau menghubungi saya Via WhatsApp untuk ngobrol santai di Balen, Bojonegoro, yang mana kegiatan tersebut atas kerjasama CSTV (Calon Santri TV) dan Anshor Balen, Bojonegoro. Acara berlangsung pada hari Sabtu, 09 April 2022 di TPG (Taman Pinggir Nggawan).  Dengan mengusung tema “ Motivasi Penulis Muda.” Sebenarnya saya sedikit merasa insecure dalam hal ini, bagaimana mungkin saya yang masih amatiran dalam dunia kepenulisan ini harus berbagi tentang literasi? Oh ya, agenda ini dimulai pada pukul 16.30- menjelang buka. Merasa syukur bisa silaturahim di daerah orang, harapannya apa yang saya sampaikan tentu bermanfaat bagi pendengar. 

Kebetulan saya meminta adik kelas untuk damping saya, yah sekalian meet up kan. Lama tidak berjumpa. Saya berangkat dari kota yang kemudian dijemput oleh adik tingkat saya di balen, lokasinya tidak jauh dari lokasi kegiatan. Kami tiba dengan waktu yang sesuai. 

Ketika semua persiapan siap, saya duduk ditempat yang telah disediakan oleh tuan rumah. Kebetulan dalam perbincangan pada senja itu, saya ditemani oleh salah satu aktivis Anshor   Bapak M. Nur Khozin, S.Pd yang kini juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah di Bojonegoro. Dengan mngusung tema sebagaimana saya tulis di atas, kami perbincang soal seputar kepenulisan. Mulai dari awal saya menulis hingga menerbitkan buku-buku saya. Baik antologi maupun solo. 

Jika dibilang berkesan, maka setiap tulisan saya memiliki kesan. Khususnya NALIKA dan RHOMA. Mau tahu ceritanya? Yang jelas, keduanya butuh mental yang kuat dan perjuangan yang luar biasa. Cuplikan yang saya sampaikan dalam ngobrol santai kala itu salah satunya adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk penulis.

NIAT : Sebelum melakukan apapu khususnya bertekad menjadi penulis, maka ditata dulu niatnya ya. Jangan sampai kita salah tujuan biar tidak salah jalan

IZIN ORANG TUA: bagi saya Izin orang tua merupakan komponen penting dalam mencapai kesuksesan, bahkan tanpa izin orang tua say atidak akan sampai pada detik ini

MULAI MENULIS: kalau ingin menulis, ya nulis dari sekarang. Jangan hanya ngomong jadi ini itu tapi nggak mau bertindak.

GURU: dalam proses belajar  kita perlu guru untuk mampu mengarahkan kita dan membimbing kita dalam menulis ya. Biar jelas kita ngarahnya kemana dan nanti dari guru itu kita juga bias tahu apa yang kita lakukan kedepan

KOMUNITAS: penting banget suatu komunitas menulis itu, dari komunitas akan mampu meningkatkan kualitas dan semangat kita dalam menulis. Kita bias saling  mengingatkan, support dan lainnya. 

MEMBACA: membaca bagi penulis itu sangat penting, sebab dari membaca kita akan menemukan banyak pengetahuan dan diksi-diksi  baru. Dan ini menjadi komponen yang paling penting bagi seorang penulis. Membaca dan menulis adalah dua komponen yang memiliki kesatuan, tidak bias dipisahkan. Orang bias menulis sebab membaca. 

Menulis itu asyik, bagi saya menulis adalah bentuk kebebasan. Tidak semua sanggup kita sampaikan ke orang lain. Tapi, kita mampu menjadikan tulisan sebagai media kita untuk berbicara, beropini terhadap suatu hal. Jangan takut salah ya. Semua kesuksesan berawal dari upaya yang mereka yang harus tertatih. Hasil yang baik berangkat dari hal sederhana yang kemudian direvisi hingga seribu kali revisi hingga jadi. Jadi, jangan takut gagal dalam memulai. 

Terakhir, saya ikut agenda penutupan yaitu Foto bersama Gus Irsyadul Ibad (Ketua PAC Anshor kecamtan balen, bojonegoro), M. nur khozin S.Pd dan Mas Afifudin dan dilanjut ramah tamah/ berbuka puasa. Wah, ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Semoga ke depan, dengan literasi saya mampu keliling desa, kecamatan, kebupaten, provinsi hingga ke penjuru dunia. Terimakasih kepada kepada pihak yang terlibat. Jangan lupa membaca dan menulis. Menulislah mulai dengan hal sederhana, cerita pribadi atau apa yang ada di sekitar kita. Salam literasi!



Selasa, 29 Maret 2022

 SEMINAR LITERASI ‘TEKNIK MENULIS CERPEN’

Bojonegoro- Literasi secara umum tidak hanya sekedar membaca dan menulis, melainkan mampu memahami lingkungan sekitar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Namun, makna literasi sebenarnya memiliki pemahaman yang lebih kompleks dan dinamis, tidak hanya dipahami sebagai kemampuan baca dan menulis saja. 

Upaya peningkatan kualitas peserta didik tidak terlepas dari peningkatan ilmu pengetahuan saja, melainkan skill yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu wadah lembaga dalam mengasah kreatifitas siswa. 

Lembaga MTs-MA Integral Luqman Al Hakim mewadahi siswa dengan mengadakan berbagai ekstrakulikuler seperti menjahit, pandu dan sebagainnya. Tidak hanya itu, upaya peningkatan kualitas peserta didik juga menjadi tantangan besar khususnya di bidang literasi. 

Selasa, 01 Februari 2022 lembaga MTs-MA Integral Luqman Al Hakim telah bekerjasama dengan Penerbit Mitra Karya untuk meningkatkan literasi di lembaga melalui seminar literasi. Berdasarkan hasil riset Tim Literasi, Madrasah mengambil tema “TEKNIK MENULIS CERPEN BAGI PEMULA”. Seminar ini dimentori langsung oleh narasumber terbaik di bidangnya dengan jumlah dua orang.  Beliau bernama  Bagus Ibrahim, S, Sy ( Penulis dan CEO Penerbit Mitra Karya) bersama partnernya Saifu Ali (Penulis, CEO Penerbit APF).

Pada sambutan yang disampaikan oleh Kepala Madrasah Ustaz Darwanto S, Pd mengungkapkan bahwa beliau sangat mendukung penuh acara ini, diharapkan siswa dapat mengikuti dengan baik dan memiliki output  siswa  berkarya, yakni menerbitkan buku. 

Kegiatan berlangsung pukul 08.00-14.30, masing-masing narasumber memaparkan materi cukup menarik. Materi pertama disampaikan oleh Ustaz Bagus keterkaitan ‘Teknik dasar kepenulisan’ sehingga menjadi rangsangan awal bagi peserta didik agar lebih termotivasi dalam memulai menulis. Kemudian, materi ke-dua disampaikan langsung oleh Ustaz Saifu Ali terkait materi menulis cerpen. Materi yang disajikan tidak kalah menarik. Pada materi ini selain dibekali dengan teori, siswa juga melakukan praktek langsung. Di akhir waktu, narasumber memberikan reward bagi peserta terbaik. 

“Tidak menyangka bisa  mendapatkan hadiah dari penulisnya langsung. Saya sangat senang sekali” tegas Ahmadina, salah satu peserta seminar.

Kegiatan seminar literasi ini memiliki dampak yang luar biasa, baik pada guru maupun siswa. Dengan diadakannya seminar ini diharapkan menjadi jembatan awal peningkatan literasi untuk meningkatkan kualitas lembaga lebih baik lagi ke depannya.


Senin, 28 Maret 2022

 

            BUKAN UNTUK DISITA


Sebagai Panitia Ujian Madrasah, berangkat pagi menjadi keharusan bagi saya. Tepat pukul 07.00, saya sudah memasuki ruangan ujian dengan membawa berkas-berkas. Baik untuk pengawas maupun peserta. Salah satunya daftar hadir.

Untuk membantu pengawas ujian, saya membagikan ID CARD siswa, tiba-tiba kedua bola mata saya terpusat pada sosok perempuan dengan Niqab hitam, dia duduk nomor dua dari belakang, tepatnya ujung kanan. Namanya Syifa (Bukan nama asli), tanpa berfikir panjang, kaki saya melangkah ke samping perempuan itu. Ia mendekap sebuah buku dengan ketebalan 200-an halaman.

Waktu ujian, penting bagi saya untuk mengambil semua buku yang dibawa siswa, baik buku paket, LKS, atau bahkan buku bacaan pribadinya, termasuk novel. Terlebih, saya harus memastikan bahwa buku itu tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran yang diujikan.

“Mbak, buku apa itu?” Tanyaku singkat sambil menepuk bahunya pelan.

Ia tersontak dan menatapku dengan wajah tegang, segera menyembunyikan bukunya dibalik jilbab syar’inya. Mungkin, dia takut jika buku itu akan saya sita dan meninggakan kemarahan. Aman! Semua akan baik-baik saja.

“Maaf, Us. Ini buku bacaan pribadi saya” jawabnya sambil menunduk.

“Iya, jangan takut. Keluarkan saja, saya ingin tahu judul bukunya. Sepertinya menarik ya” ujarku sambil melempar senyum untuknya.

Iapun  menyodorkan  satu buku berjudul ‘DUNIA SANTRI.’ Buku ini diterbitkan oleh penerbit Maktubana, buku keren ini ditulis oleh seorang Ustaz Fadhol Muhammad yang berkisah pengorbanan anak pesantren yang masih polos. Terlibat dalam sebuah misi besar. Mereka harus merebut kembali sang tokoh agama dari genggaman mafia Tionghoa ( Sumber: akun ig Penerbit Maktubana).

Saya memasuki ruang kantor dengan membawa buku dengan cover hijau ini. Setelah beberapa waktu kemudian, siswi tersebut menemui saya kembali. Ada apa kira-kira? Saya kan belum khatam buku ini. Apa iya buku ini sudah mau diambil dengan waktu sesingkat ini? Padahal saya masih penasaran dengan isinya.

Eh, ternyata tidak. Rupanya justru ia kembali mengenalkan buku lainnya yang satu kaitan dengan buku yang saya bawa. Penulis buku yang berasal dari Ngawi yang kebetulan  berada di Pesantren Al-Fatah ini telah melahirkan 7 buku, insyaAllah akan lahir buku yang ke- delapan. Oh ya, Ada dua. Jilid 3 dan 4 yang saat ini saya dekap. Untuk lebih jelasnya, baca aja bukunya ya. Ada berbagai jilid, kebetulan yang tak bawa ada tiga,. Harapannya bisa meminang semua dan mengkhatamkan buku keren ini. Aamiin. Untuk pemilik buku ini, selamat membaca!

Penulis: Siti Femi Listiana

Bojonegoro, 29 Maret 2022

Jumat, 28 Februari 2020

Mahasiswa IAI Sunan Giri Bojonegoro



Penghargaan Mahasiswa Penulis



              "Menulis itu berbicara"

                
Panggil saja Femi. Maaf, nama yang terpampang di atas adalah nama temanku yang juga mendapatkan penghargaan ini. Setahun yang lalu, tidak menyangka bahwa saya bisa berdiri di panggung ini untuk menerima penghargaan dari kampus. iya,saat acara wisuda kakak tingkat tahun 2019. Penghargaan untuk mahasiswa yang memiliki prestasi non-akademik.
Alhamdulillah,ada beberapa mahasiswa yang menerima penghargaan ini, termasuk saya. Ini merupakan bonus dari hasil menulis. Tahun 2019, saya berhasil menulis dua buku antologi. Dua buku tersebut berjudul “SANG JUARA dan RHOMA”.
Siapa sih yang tidak senang menerbitkan buku dan mendapatkan penghargaan? Saya yakin, kalian semua pasti senang, bukan? Saya hampir tidak yakin bisa mendapatkan penghargaan ini. Awalnya, kabar mendapatkan penghargaan ini seperti mimpi. Bisa menerbitkan buku saja cukup alhamdulilah. Jadi, penghargaan ini sebenarnya hanyalah bonus.
Menulis itu berbicara. Saya sering menggunakan kalimat itu untuk semangat menulis. Orang tua khususnya Ibu sangat mendukung saya dalam dunia kepenulisan." Tulislah sejarah hidupmu untuk menjadikan kenang-kenangan saat kamu tua kelak. Ketika sukses, jangan pernah melupakan orang-orang yang sudah membantumu" ujar Ibu pada saya. 
Memiliki impian, hobi atau hal yang disuka. Lalu, orangtua juga ikut mendukung. Kira-kira kalian ingin tidak diposisi saya? Oh, ya. Sebelumnya  saya akan menceritakan bagaimana saya bisa menerbitkan dua buku antologi ini.
Pertama, sekitar semester 6A,saya mencoba menghubungi seorang motivator muda yang biasa disapa dengan Kak Ilham Sang Juara. Mental juaranya telah membuat saya terenyuh dan menghubungi beliau untuk bergabung dalam komunitas besar dengan nama Komunitas Sang Juara (KSJ). Saya memberanikan diri untuk menghubungi beliau. Setelah beberapa tahap, tergabunglah saya di komunitas tersebut. Pada pra-milad KSJ pertama, tentu harus memiliki gebrakan baru.Nah, kebetulan KSJ memiliki project menerbitkan buku antologi. Saya bertekat ikut dan alhamdulillah, dari kenekatan itulah KSJ berhasil menerbitkan buku antologi yang di dalamnya juga memuat tulisan saya dengan judul "Hidupkan Pemuda yang Mati".Wah, gimana itu? Cek aja di buku Sang Juara, hehe
Kedua, proses di Buku Rhoma. Buku tersebut saya hasilkan dari Sekolah Menulis Online ke-6 Mitra karya. Sekolahnya mirip sekali dengan sekolah offline. Ada keaktifan masuk, bertanya dan masih banyak lain. 
intinya,tahun 2019, alhamdulillah saya berhasil menerbitkan Buku. Terimakaih juga untuk orangtua, sahabat dan yang terlibat dalam proses saya. Serta pihak kampus yang memberikan penghargaan pertama untuk saya. Semoga lebih semangat menulis dan melebarkan sayap literasi,hehe
Untuk semua penulis, calon penulis atau penulis pemula seperti saya. Semangat menulis ya..

Basra, 28 Februari 2020

 KERANG TUMIS SAOS TIRAM by: Siti Femi Listiana Kerang tumis saos tiram     Makan kerang di pinggir taman     jangan makan dengan kulitnya ...