Senin, 11 April 2022


 NGABUBURIT SAMA BAPAK ANSOR

Bulan puasa merupakan bulan yang paling ditunggu banyak orang, khususnya umat muslim. Pada bulan ini biasa disebut bulan seribu bulan, sebab segala amal yang kita dikerjakan bernilai pahala yang dilipatkan. Sehingga kita akan lebih semangat untuk mengejar hal tersebut dan berlomba-lomba dalam mengerjakan amal kebaikan (fastabiqul khairat).

Pada usia ke 25 (jalan) di tahun ini, saya dipertemukan dengan senior saya bernama Mas Afifudin, Bojonegoro. Beliau merupakan senior saya di organisasi PMII. Kebetulan juga aktif Ansor di desanya. Nah, kebetulan  pada tanggal 7 April 2022 beliau menghubungi saya Via WhatsApp untuk ngobrol santai di Balen, Bojonegoro, yang mana kegiatan tersebut atas kerjasama CSTV (Calon Santri TV) dan Anshor Balen, Bojonegoro. Acara berlangsung pada hari Sabtu, 09 April 2022 di TPG (Taman Pinggir Nggawan).  Dengan mengusung tema “ Motivasi Penulis Muda.” Sebenarnya saya sedikit merasa insecure dalam hal ini, bagaimana mungkin saya yang masih amatiran dalam dunia kepenulisan ini harus berbagi tentang literasi? Oh ya, agenda ini dimulai pada pukul 16.30- menjelang buka. Merasa syukur bisa silaturahim di daerah orang, harapannya apa yang saya sampaikan tentu bermanfaat bagi pendengar. 

Kebetulan saya meminta adik kelas untuk damping saya, yah sekalian meet up kan. Lama tidak berjumpa. Saya berangkat dari kota yang kemudian dijemput oleh adik tingkat saya di balen, lokasinya tidak jauh dari lokasi kegiatan. Kami tiba dengan waktu yang sesuai. 

Ketika semua persiapan siap, saya duduk ditempat yang telah disediakan oleh tuan rumah. Kebetulan dalam perbincangan pada senja itu, saya ditemani oleh salah satu aktivis Anshor   Bapak M. Nur Khozin, S.Pd yang kini juga menjabat sebagai kepala sekolah di salah satu sekolah di Bojonegoro. Dengan mngusung tema sebagaimana saya tulis di atas, kami perbincang soal seputar kepenulisan. Mulai dari awal saya menulis hingga menerbitkan buku-buku saya. Baik antologi maupun solo. 

Jika dibilang berkesan, maka setiap tulisan saya memiliki kesan. Khususnya NALIKA dan RHOMA. Mau tahu ceritanya? Yang jelas, keduanya butuh mental yang kuat dan perjuangan yang luar biasa. Cuplikan yang saya sampaikan dalam ngobrol santai kala itu salah satunya adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk penulis.

NIAT : Sebelum melakukan apapu khususnya bertekad menjadi penulis, maka ditata dulu niatnya ya. Jangan sampai kita salah tujuan biar tidak salah jalan

IZIN ORANG TUA: bagi saya Izin orang tua merupakan komponen penting dalam mencapai kesuksesan, bahkan tanpa izin orang tua say atidak akan sampai pada detik ini

MULAI MENULIS: kalau ingin menulis, ya nulis dari sekarang. Jangan hanya ngomong jadi ini itu tapi nggak mau bertindak.

GURU: dalam proses belajar  kita perlu guru untuk mampu mengarahkan kita dan membimbing kita dalam menulis ya. Biar jelas kita ngarahnya kemana dan nanti dari guru itu kita juga bias tahu apa yang kita lakukan kedepan

KOMUNITAS: penting banget suatu komunitas menulis itu, dari komunitas akan mampu meningkatkan kualitas dan semangat kita dalam menulis. Kita bias saling  mengingatkan, support dan lainnya. 

MEMBACA: membaca bagi penulis itu sangat penting, sebab dari membaca kita akan menemukan banyak pengetahuan dan diksi-diksi  baru. Dan ini menjadi komponen yang paling penting bagi seorang penulis. Membaca dan menulis adalah dua komponen yang memiliki kesatuan, tidak bias dipisahkan. Orang bias menulis sebab membaca. 

Menulis itu asyik, bagi saya menulis adalah bentuk kebebasan. Tidak semua sanggup kita sampaikan ke orang lain. Tapi, kita mampu menjadikan tulisan sebagai media kita untuk berbicara, beropini terhadap suatu hal. Jangan takut salah ya. Semua kesuksesan berawal dari upaya yang mereka yang harus tertatih. Hasil yang baik berangkat dari hal sederhana yang kemudian direvisi hingga seribu kali revisi hingga jadi. Jadi, jangan takut gagal dalam memulai. 

Terakhir, saya ikut agenda penutupan yaitu Foto bersama Gus Irsyadul Ibad (Ketua PAC Anshor kecamtan balen, bojonegoro), M. nur khozin S.Pd dan Mas Afifudin dan dilanjut ramah tamah/ berbuka puasa. Wah, ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi saya. Semoga ke depan, dengan literasi saya mampu keliling desa, kecamatan, kebupaten, provinsi hingga ke penjuru dunia. Terimakasih kepada kepada pihak yang terlibat. Jangan lupa membaca dan menulis. Menulislah mulai dengan hal sederhana, cerita pribadi atau apa yang ada di sekitar kita. Salam literasi!



 KERANG TUMIS SAOS TIRAM by: Siti Femi Listiana Kerang tumis saos tiram     Makan kerang di pinggir taman     jangan makan dengan kulitnya ...