Selasa, 29 Maret 2022

 SEMINAR LITERASI ‘TEKNIK MENULIS CERPEN’

Bojonegoro- Literasi secara umum tidak hanya sekedar membaca dan menulis, melainkan mampu memahami lingkungan sekitar. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, literasi adalah kemampuan menulis dan membaca. Namun, makna literasi sebenarnya memiliki pemahaman yang lebih kompleks dan dinamis, tidak hanya dipahami sebagai kemampuan baca dan menulis saja. 

Upaya peningkatan kualitas peserta didik tidak terlepas dari peningkatan ilmu pengetahuan saja, melainkan skill yang dimilikinya. Oleh karena itu, perlu wadah lembaga dalam mengasah kreatifitas siswa. 

Lembaga MTs-MA Integral Luqman Al Hakim mewadahi siswa dengan mengadakan berbagai ekstrakulikuler seperti menjahit, pandu dan sebagainnya. Tidak hanya itu, upaya peningkatan kualitas peserta didik juga menjadi tantangan besar khususnya di bidang literasi. 

Selasa, 01 Februari 2022 lembaga MTs-MA Integral Luqman Al Hakim telah bekerjasama dengan Penerbit Mitra Karya untuk meningkatkan literasi di lembaga melalui seminar literasi. Berdasarkan hasil riset Tim Literasi, Madrasah mengambil tema “TEKNIK MENULIS CERPEN BAGI PEMULA”. Seminar ini dimentori langsung oleh narasumber terbaik di bidangnya dengan jumlah dua orang.  Beliau bernama  Bagus Ibrahim, S, Sy ( Penulis dan CEO Penerbit Mitra Karya) bersama partnernya Saifu Ali (Penulis, CEO Penerbit APF).

Pada sambutan yang disampaikan oleh Kepala Madrasah Ustaz Darwanto S, Pd mengungkapkan bahwa beliau sangat mendukung penuh acara ini, diharapkan siswa dapat mengikuti dengan baik dan memiliki output  siswa  berkarya, yakni menerbitkan buku. 

Kegiatan berlangsung pukul 08.00-14.30, masing-masing narasumber memaparkan materi cukup menarik. Materi pertama disampaikan oleh Ustaz Bagus keterkaitan ‘Teknik dasar kepenulisan’ sehingga menjadi rangsangan awal bagi peserta didik agar lebih termotivasi dalam memulai menulis. Kemudian, materi ke-dua disampaikan langsung oleh Ustaz Saifu Ali terkait materi menulis cerpen. Materi yang disajikan tidak kalah menarik. Pada materi ini selain dibekali dengan teori, siswa juga melakukan praktek langsung. Di akhir waktu, narasumber memberikan reward bagi peserta terbaik. 

“Tidak menyangka bisa  mendapatkan hadiah dari penulisnya langsung. Saya sangat senang sekali” tegas Ahmadina, salah satu peserta seminar.

Kegiatan seminar literasi ini memiliki dampak yang luar biasa, baik pada guru maupun siswa. Dengan diadakannya seminar ini diharapkan menjadi jembatan awal peningkatan literasi untuk meningkatkan kualitas lembaga lebih baik lagi ke depannya.


Senin, 28 Maret 2022

 

            BUKAN UNTUK DISITA


Sebagai Panitia Ujian Madrasah, berangkat pagi menjadi keharusan bagi saya. Tepat pukul 07.00, saya sudah memasuki ruangan ujian dengan membawa berkas-berkas. Baik untuk pengawas maupun peserta. Salah satunya daftar hadir.

Untuk membantu pengawas ujian, saya membagikan ID CARD siswa, tiba-tiba kedua bola mata saya terpusat pada sosok perempuan dengan Niqab hitam, dia duduk nomor dua dari belakang, tepatnya ujung kanan. Namanya Syifa (Bukan nama asli), tanpa berfikir panjang, kaki saya melangkah ke samping perempuan itu. Ia mendekap sebuah buku dengan ketebalan 200-an halaman.

Waktu ujian, penting bagi saya untuk mengambil semua buku yang dibawa siswa, baik buku paket, LKS, atau bahkan buku bacaan pribadinya, termasuk novel. Terlebih, saya harus memastikan bahwa buku itu tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran yang diujikan.

“Mbak, buku apa itu?” Tanyaku singkat sambil menepuk bahunya pelan.

Ia tersontak dan menatapku dengan wajah tegang, segera menyembunyikan bukunya dibalik jilbab syar’inya. Mungkin, dia takut jika buku itu akan saya sita dan meninggakan kemarahan. Aman! Semua akan baik-baik saja.

“Maaf, Us. Ini buku bacaan pribadi saya” jawabnya sambil menunduk.

“Iya, jangan takut. Keluarkan saja, saya ingin tahu judul bukunya. Sepertinya menarik ya” ujarku sambil melempar senyum untuknya.

Iapun  menyodorkan  satu buku berjudul ‘DUNIA SANTRI.’ Buku ini diterbitkan oleh penerbit Maktubana, buku keren ini ditulis oleh seorang Ustaz Fadhol Muhammad yang berkisah pengorbanan anak pesantren yang masih polos. Terlibat dalam sebuah misi besar. Mereka harus merebut kembali sang tokoh agama dari genggaman mafia Tionghoa ( Sumber: akun ig Penerbit Maktubana).

Saya memasuki ruang kantor dengan membawa buku dengan cover hijau ini. Setelah beberapa waktu kemudian, siswi tersebut menemui saya kembali. Ada apa kira-kira? Saya kan belum khatam buku ini. Apa iya buku ini sudah mau diambil dengan waktu sesingkat ini? Padahal saya masih penasaran dengan isinya.

Eh, ternyata tidak. Rupanya justru ia kembali mengenalkan buku lainnya yang satu kaitan dengan buku yang saya bawa. Penulis buku yang berasal dari Ngawi yang kebetulan  berada di Pesantren Al-Fatah ini telah melahirkan 7 buku, insyaAllah akan lahir buku yang ke- delapan. Oh ya, Ada dua. Jilid 3 dan 4 yang saat ini saya dekap. Untuk lebih jelasnya, baca aja bukunya ya. Ada berbagai jilid, kebetulan yang tak bawa ada tiga,. Harapannya bisa meminang semua dan mengkhatamkan buku keren ini. Aamiin. Untuk pemilik buku ini, selamat membaca!

Penulis: Siti Femi Listiana

Bojonegoro, 29 Maret 2022

 KERANG TUMIS SAOS TIRAM by: Siti Femi Listiana Kerang tumis saos tiram     Makan kerang di pinggir taman     jangan makan dengan kulitnya ...