Senin, 28 Maret 2022

 

            BUKAN UNTUK DISITA


Sebagai Panitia Ujian Madrasah, berangkat pagi menjadi keharusan bagi saya. Tepat pukul 07.00, saya sudah memasuki ruangan ujian dengan membawa berkas-berkas. Baik untuk pengawas maupun peserta. Salah satunya daftar hadir.

Untuk membantu pengawas ujian, saya membagikan ID CARD siswa, tiba-tiba kedua bola mata saya terpusat pada sosok perempuan dengan Niqab hitam, dia duduk nomor dua dari belakang, tepatnya ujung kanan. Namanya Syifa (Bukan nama asli), tanpa berfikir panjang, kaki saya melangkah ke samping perempuan itu. Ia mendekap sebuah buku dengan ketebalan 200-an halaman.

Waktu ujian, penting bagi saya untuk mengambil semua buku yang dibawa siswa, baik buku paket, LKS, atau bahkan buku bacaan pribadinya, termasuk novel. Terlebih, saya harus memastikan bahwa buku itu tidak ada hubungannya dengan mata pelajaran yang diujikan.

“Mbak, buku apa itu?” Tanyaku singkat sambil menepuk bahunya pelan.

Ia tersontak dan menatapku dengan wajah tegang, segera menyembunyikan bukunya dibalik jilbab syar’inya. Mungkin, dia takut jika buku itu akan saya sita dan meninggakan kemarahan. Aman! Semua akan baik-baik saja.

“Maaf, Us. Ini buku bacaan pribadi saya” jawabnya sambil menunduk.

“Iya, jangan takut. Keluarkan saja, saya ingin tahu judul bukunya. Sepertinya menarik ya” ujarku sambil melempar senyum untuknya.

Iapun  menyodorkan  satu buku berjudul ‘DUNIA SANTRI.’ Buku ini diterbitkan oleh penerbit Maktubana, buku keren ini ditulis oleh seorang Ustaz Fadhol Muhammad yang berkisah pengorbanan anak pesantren yang masih polos. Terlibat dalam sebuah misi besar. Mereka harus merebut kembali sang tokoh agama dari genggaman mafia Tionghoa ( Sumber: akun ig Penerbit Maktubana).

Saya memasuki ruang kantor dengan membawa buku dengan cover hijau ini. Setelah beberapa waktu kemudian, siswi tersebut menemui saya kembali. Ada apa kira-kira? Saya kan belum khatam buku ini. Apa iya buku ini sudah mau diambil dengan waktu sesingkat ini? Padahal saya masih penasaran dengan isinya.

Eh, ternyata tidak. Rupanya justru ia kembali mengenalkan buku lainnya yang satu kaitan dengan buku yang saya bawa. Penulis buku yang berasal dari Ngawi yang kebetulan  berada di Pesantren Al-Fatah ini telah melahirkan 7 buku, insyaAllah akan lahir buku yang ke- delapan. Oh ya, Ada dua. Jilid 3 dan 4 yang saat ini saya dekap. Untuk lebih jelasnya, baca aja bukunya ya. Ada berbagai jilid, kebetulan yang tak bawa ada tiga,. Harapannya bisa meminang semua dan mengkhatamkan buku keren ini. Aamiin. Untuk pemilik buku ini, selamat membaca!

Penulis: Siti Femi Listiana

Bojonegoro, 29 Maret 2022

Tidak ada komentar:

 KERANG TUMIS SAOS TIRAM by: Siti Femi Listiana Kerang tumis saos tiram     Makan kerang di pinggir taman     jangan makan dengan kulitnya ...