Rabu, 28 September 2022

WORKSHOP KURIKULUM MERDEKA MGMP PAI DAN BAHASA ARAB

 

PENTINGNYA STRATEGI MERDEKA BELAJAR

Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam. Pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. Dalam hal ini, telah terlaksana kegiatan dengan tema “Strategi pembelajaran dalam kurikulum merdeka musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) PAI dan  BAHASA ARAB:.

Kegiatan ini dilaksankan di Aula Kemenag Bojonegoro, pukul 08.00 s/d 15.00 yang diikuti kurang lebih 150 peserta yang terdiri dari pendidik mata pelajaran PAI (Fiqih, SKI, Akidah Akhlaq dan Qurdist) dan Bahasa Arab MTs Se-kabupaten Bojonegoro. Pada pembukaan acara ini, sambutan yang cukup menggelitik disampaikan oleh Kepala kemenag Bojonegoro, Bapak H. Munir S.Ag, M,Ag.

Menurut Bapak Munir, sepatutnya seorang guru harus mampu meng-upgrade dan update kualitas yang ada pada dirinya. jangan sampai kalah dengan peserta didik. Dalam hal ini, keduanya harus berperan aktif dalam meng-upgrade ilmu pengetahuan yang dimiliki. Mengapa demikian? Tidak dipungkiri bahwa berkembangnya teknologi akan mempermudah manusia dalam mendapatkan sumber informasi lebih luas. Baik melalui laptop, TV maupun android serta sumber lainnya.

Guru Agama memiliki prioritas pada SDM-nya, terlebih pada integritas. Apa itu inyegritas? Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Integritas mencakup 3 hal, yakni; 1) keselarasan, apa yang disampaikan harus sama dengan apa yang dilakukan. 2) konsistensi (Istiqomah), semangatnya harus terjaga. Jangan sampai moodnya buruk Ketika mengajar. Disiplin diri, sebab itu juga menjadi salah satu kunci keberhasilan. 3) Keberanian, dalam hal ini keberanian yang dimaksud adalah berani mempertanggungjawabkan apa yang dilakukan.  Jika yang dikaitkan dengan pendidik, maka bukan hanya sekedar menyampaikan materi. Namun, peserta didik diharapkan mampu mengimplementasikan apa yang diajarkan.

Jangan hanya pintar tapi cerdas, orang pintar banyak tapi sedikit orang yang cerdas. Cerdas yang dimaksud adalah pendidik itu harus bisa inovatif dan kreatif. Salah satu pesan K.H. Zawawi Imran dalam Bahasa maduranya kurang lebih berisi tentang “kerjakan apa yang mejadi pekerjaanmu, jalani yang apa yang menjadi jalanmu. Jangan mengambil hak yang bukan menjadi hakmu” mohon maaf kiranya apa yang dinukil dari sumber masih kurang sesuai. Hal ini tentu menjadi cambuk untuk kita semua sebagai pendidik. Apa yang kita pilih menjadi jalan kita. Setiap jalan pasti ada resiko.

 


Kedua, materi inti disampaikan oleh Bapak A. Musholin dari DKP Surabaya yang berkaitan dengan strategi kurikulum merdeka. Pada materi tersebut diisi ice breaking yang cukup membuat seluruh peserta antusias. Terimakasih kepada seluruh panitia, pemateri dan seluruh pihak sampai pada akhirnya rangkaian acara MGMP terlaksana dengan baik. Salam Literasi!

Bojonegoro, 29 September 2022


Tidak ada komentar:

 KERANG TUMIS SAOS TIRAM by: Siti Femi Listiana Kerang tumis saos tiram     Makan kerang di pinggir taman     jangan makan dengan kulitnya ...